top of page
Cari

Warga 75119, Putri: Kenali Diri dengan Mengasah Potensi

Menurut world economic forum, terdapat 10 kecakapan utama yang 2-3 di antaranya perlu dikuasai seseorang sebelum masuk ke dunia profesional (lihat gambar). Lebih lanjut, penelitian yang dilakukan oleh Institut Kesehatan Mental Nasional mencatat 75% dari populasi di dunia memiliki ketakutan berbicara di depan umum, padahal keterampilan public speaking dapat membantu kemajuan karir dan membangun kredibilitas.


Lalu, bagaimana cara Warga 75119 satu ini mengasah kecakapan profesionalnya?


Meilinda Putri Wijayanti (Putri) sejak duduk di bangku sekolah sadar bahwa dirinya memiliki passion yang besar untuk kegiatan organisasi,


“Menurutku ada beberapa keterampilan hidup yang nggak bisa didapatkan dari menghadiri pelajaran di kelas,”


Gadis ini lebih lanjut beropini, “Seni untuk mengembangkan kemampuan profesional itu perlu dilatih, nah ikut kegiatan organisasi itu adalah salah satu wadah yang tepat. Berbagai aktivitas dan project organisasi juga memberikan kita kesempatan untuk membawa dampak baik untuk sekitar. Waktu kuliah pun jadi optimal dan bermanfaat,”


Namun begitu, Putri mengaku bahwa membagi waktu antara kegiatan organisasi dan mengerjakan tugas kuliah bukanlah hal yang mudah,


“Aku pernah banget sempat mau berhenti melakukan kegiatan di organisasi karena ada satu mata kuliah yang terbengkalai. Sebagai solusi, aku inisiatif tuh buat nyari informasi tentang strategi membagi waktu, belajar dari kesalahan pribadi, dan mengamati ritme senior dan mentor aku juga,”


Usahanya membuahkan hasil. Masa jabatan Putri sebagai Ketua Bidang Harmonisasi BEM Universitas Diponegoro berhasil didapuk sebagai bidang harmonisasi terbaik se-UNDIP di tahun 2019. Menurutnya, mengasah potensi melalui kegiatan organisasi saat menjadi mahasiswa bisa dilakukan dengan:


  1. Belajar menentukan prioritas

  2. Komitmen untuk konsisten dan disiplin

  3. Jalin komunikasi yang baik dan jelas















Ketekunan Putri dalam mengasah kemampuan profesional berhasil membuka pintu kesempatan untuknya berdiskusi langsung dengan berbagai sosok pemimpin seperti Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Staf Khusus Presiden RI.


“Kalau bisa menarik kesimpulan sederhana dari berbagai kesempatan diskusi sebelum-sebelumnya, kecakapan dalam kepemimpinan untukku adalah bagaimana cara seseorang bisa mempengaruhi sekitarnya dengan nilai dan niat yang baik,”


Gadis ini juga menggarisbawahi pentingnya menemukan pola pikir yang sesuai dengan kenyamanan diri saat mengatasi kegagalan, “Gagal itu pasti dan kalau gagal terus merasa kecewa sama diri sendiri, ya nggak apa-apa. Tapi jangan lupa bangkit dan terus tanamkan pola pikir kalau apa yang kita lakukan itu menyenangkan dan bermanfaat baik. Dari proses inilah kita bisa mengenali kemampuan dan batas diri dan menerima kekurangan sendiri.


31 tampilan0 komentar

Comments


bottom of page