top of page
Cari

Serupa Tapi Tak Sama: Nangka vs Cempedak

Indahnya tinggal di negara beriklim tropis seperti Indonesia membuat kita bisa menikmati berbagai jenis buah-buahan yang melimpah. Hm, kenapa bisa ya? Indonesia memang dikenal sebagai negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi sehingga banyak jenis buah-buahan yang tumbuh dengan karakteristik unik mulai dari bentuk, rasa, hingga kebiasaan pertumbuhan buah.


Salah satu bukti nyata dari keanekaragaman hayati Indonesia yang ada di area sekitar 0541 adalah buah cempedak.


Meski nangka dan cempedak sekilas bak pinang dibelah dua, ternyata keduanya punya perbedaan yang kentara. Nangka memiliki duri yang tajam, aroma lembut, tekstur buah yang berserat, dan apabila matang--kulit nangka tetap berwarna hijau. Sementara kembarannya, cempedak memiliki duri yang lebih ramah alias tumpul, aromanya tajam, tekstur buah lumer di mulut---seperti makan mozarella cheese, dan jika matang kulit cempedak akan berubah menjadi kekuningan.




Bagai pinang dibelah dua: Nangka (sebelah kiri) dan Cempedak (sebelah kanan).

Di Samarinda cempedak begitu populer, tingkat kepopulerannya mungkin setara dengan kulit ayam yang ada di piring Warga. Meski banyak ditemukan di Pulau Kalimantan, buah cempedak juga bisa Warga jumpai di berbagai daerah seperti di Sumatera, Sulawesi, Maluku, dan Papua.


Dilansir dari liputan6.com, buah-buahan memiliki waktu panennya masing-masing. Contohnya pada bulan Oktober hingga akan datang adalah musim durian dan rambutan. Tapi tenang dan jangan panik karena buah cempedak sama seperti nangka yang selalu dapat ditemukan di sepanjang tahun. Warga bisa menemukan buah cempedak di berbagai pasar tradisional dengan harga sekitar Rp25.000/kg.


Warga yang berjualan cempedak di pinggir jalan, hal yang umum di Samarinda.

Seperti paket komplit di restoran cepat saji, buah cempedak pun demikian karena Warga bisa memanfaatkan kulit, buah, hingga biji cempedak.


Mungkin saat membaca artikel ini, akan ada Warga yang mengerutkan dahinya sembari berpikir, mau diolah jadi apa kulit cempedak yang berduri tumpul itu? Warga bertanya, NOMAPATU menjawab:

  1. Daging buah cempedak dapat Warga olah menjadi: Buah cempedak goreng

  2. Biji cempedak dapat Warga olah menjadi: Biji cempedak goreng

  3. Kulit buah cempedak dapat Warga olah menjadi: Sambal goreng mandai, Mandai goreng, hingga asinan mandai (perlu difermentasi dahulu)


Cempedak goreng di tangan Warga.

Jalan ke pasar beli bedak, Warga berminat nyoba Cempedak?




 
NOMAPATU adalah media digital yang menceritakan Budaya, Boga, dan Nara untuk Warga. Ingin berbagi cerita dengan Warga NOMAPATU? Kunjungi laman ini!


238 tampilan0 komentar

Commentaires


bottom of page