top of page
Cari

Panduan Menjadi Turis di Era New Normal

Di tahun 2014, devisa dari sektor pariwisata mencapai Rp 120 triliun dan kontribusi terhadap kesempatan kerja sebesar 11 juta orang (Anggraini, 2017). Di tahun 2019, Indonesia menempati posisi ke 40 (dari 140 negara) berdasarkan indeks daya saing pariwisata Indonesia versi World Economic Forum (WEF).


Membanggakan, kan, sektor wisata Indonesia?


Ngomong-ngomong soal wisata, mari kita mengutip lagu musisi legendaris Koes Plus, Kolam Susu,


Orang bilang tanah kita tanah surga

Tongkat kayu dan batu jadi tanaman

Bukan lautan hanya kolam susu

Kail dan jala cukup menghidupimu

Tiada badai tiada topan kau temui

Ikan dan udang menghampiri dirimu



Lirik lagu Kolam Susu dapat diinterpretasikan sebagai lagu yang menceritakan kekayaan Indonesia dan bagaimana manusia dapat memanfaatkannya untuk kehidupan yang cukup.


Tapi, untuk memenuhi tujuan tulisan ini, mari kita fokus di lirik “Tanah kita tanah surga”


Dalam konteks duniawi, kata surga menurut KBBI diartikan sebagai: kenikmatan (kesenangan, kebahagiaan) yang diperoleh hanya selama masih hidup di dunia; kenikmatan duniawi.


Di tanah Indonesia, surga paling mudah dibuktikan dengan melihat kekayaan berbagai pariwisata yang kita miliki. Candi, gunung, museum, dan wisata-wisata lainnya semua menawarkan kesenangan tersendiri untuk pengunjung.


Sektor pariwisata dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, memperbanyak lapangan pekerjaan, dan meningkatkan produktivitas masyarakat.


Sederhananya, destinasi pariwisata yang produktif akan berpengaruh positif terhadap komunitas di dalamnya.


Lalu, apa yang dapat kita lakukan untuk terus mendukung pariwisata Indonesia yang terkena dampak pandemi? Ditambah dengan kemajuan teknologi, bagaimana wisatawan dapat memanfaatkan inovasi teknologi untuk memajukan sektor pariwisata?


Jawaban dari dua pertanyaan sebelumnya terbuka untuk masing-masing individu. Semua orang memiliki caranya sendiri.


Setelah Keluwarga bertanya dengan Warga sekitar, ini cara ‘baru’ yang mereka lakukan untuk mendukung sektor pariwisata saat liburan di era new normal:


“Liburan virtual di https://www.indonesia.travel/id/en/image-360 terus liat-liat di daerah sekitar yang populer apa terus bantu beli deh jadi walaupun kaki nggak di destinasi wisata tapi bisa beli souvenir nya hehe” Warga 75124

“Kemarin pas liburan, pelaku UMKM makanan khas di daerah berbagi cerita sama aku kalau usaha dia menurun banget selama pandemi. Terus saat aku tanya, selain berjualan di kios Ibu menjajakan produk di mana lagi. Ibu nya malah bingung. Karena Ibu nya memiliki smartphone, jadi aku sempat menyarankan untuk berjualan di platform e-commerce” Warga 75123

“Coba kasih tip lebih setiap berkunjung ke destinasi wisata” Warga 75117

“Jangan capek buat diskusi dengan teman-teman buat berinovasi. Aku percaya kolaborasi antar berbagai pihak tuh bisa banget memajukan sektor pariwisata” Warga 75119

“Sekangen-kangennya liburan ke luar (baca: luar negeri), coba main main ke https://www.indonesia.travel/gb/en/home buat liat-liat di Indonesia ada apa aja. Nggak kalah instagramable kok” Warga 75124


Kesimpulan: liburan virtual, meningkatkan literasi peluang digital, mengulurkan tangan, kolaborasi, dan ingatkan diri sendiri kalau rumput kita nggak kalah hijau sama negara lain.


Sebagai penutup, Keluwarga ingin memberikan pendapat tentang sektor wisata.


Ehem. Test mic 1, 2, 3.


Dari Pantai Iboih di Sabang sampai Danau Rawa Biru di Merauke, tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia memiliki potensi pariwisata yang kuat.


Belum lagi keberadaan magis kultur dan tradisi yang masih dipegang teguh oleh banyak masyarakat lokal. Potensi dan berbagai cerita yang sarat akan petuah membuat tanah Indonesia diberkati oleh nilai pariwisata.


Dengan segala kerendahan hati, Keluwarga sadar betul bahwa pengetahuan tentang industri pariwisatanya tidak sebanding dengan Warga yang sehari-harinya berkutat untuk memajukan sektor ini. Warga NOMAPATU, seperti biasa, bebas untuk meninggalkan komentar dan opininya di kolom komentar tentang cara membangkitkan kembali sektor pariwisata di Tanah Pertiwi.

Jadi, di tengah situasi yang tidak menentu akibat pandemi, usaha apa yang Warga lakukan untuk mendukung pariwisata di era new normal?


Sumber:





22 tampilan0 komentar

Komentarze


bottom of page