top of page
Cari

Lemang, Si Kecil yang Dimasak Dalam Bambu


Kalau Palembang punya pempek, Jakarta punya kerak telor, dan Bandung punya seblak, Warga NOMAPATU di Samarinda mungkin bisa menjawab kalau lemang adalah salah satu makanan khas Samarinda yang juga melegenda.


Lemang di Jalan Pulau Sebatik Samarinda


Bagi Warga yang asing atau tidak pernah mendengar kata ‘lemang’ sama sekali, tenang--setelah membaca tulisan ini bisa jadi Warga Samarinda atau luar Samarinda akan tergiur untuk membeli lemang atau bahkan memasaknya sendiri di rumah.


Jauh sebelum puding-puding cantik, creme brulee, atau kue sus hadir di atas meja-meja pesta pernikahan, lemang telah sedari dulu dijadikan makanan untuk perayaan pesta adat suku Dayak. Tidak perlu dibayangkan bagaimana penyajiannya ketika pesta adat berlangsung, namun satu hal yang pasti: Lemang terasa begitu nyaman (Bahasa Banjar: enak) sampai-sampai hanyar (Bahasa Banjar: sering) dijadikan menu andalan pesta adat.


Warga NOMAPATU yang ingin menyantap lemang, boleh melipir ke Jl.Pulau Sebatik, Samarinda. Di sepanjang jalan ini Warga bisa menemukan para penjual lemang yang terdiri dari sejumlah ibu-ibu. Usut punya usut, ternyata mereka masih satu keluarga dan telah berjualan lemang dari generasi ke generasi.


Total sudah ada tiga generasi yang bahkan telah menjajakan lemangnya sejak masa penjajahan Jepang. Tetapi kali ini kita tidak akan membahas bagaimana bisa para sepuh tersebut berjualan lemang saat romusha masih ‘menggerogoti’ negeri ini. Yang pasti pada dahulu kala para sepuh menjajakan lemang dengan berkeliling mulai dari kawasan Pelabuhan Samarinda sampai akhirnya menetap di Jl.Pulau Sebatik.


Bagi Warga yang mau membeli lemang, sang penjual menawarkan dua jenis porsi yang berbeda: Porsi pertama cocok apabila Warga ingin mencicipi lemang yang berisi 4 buah seharga Rp10.000. Sementara, bagi Warga yang berniat membeli untuk porsi disantap berramai-ramai bersama teman atau pun keluarga bisa coba membeli 1 batang bambu lemang dengan harga Rp40.000.


Lemang dalam bambu


Nah, Persatuan Pecinta Lemang atau boleh disingkat PPL mungkin akan mempertanyakan resep lemang di artikel ini. NOMAPATU dengan senang hati membagikan cara membuat lemang kepada Warga dan anggota PPL ini--tidak perlu dicari di mesin pencarian, PPL hanyalah belaka.


Pertama-tama, siapkan beras ketan, buluh bambu, dan daun pisang. Ketiganya merupakan bahan dasar pembuatan lemang. Setelahnya, warga bisa mengikuti tahapan berikut secara komplit agar lemang bisa hadir di meja makan Warga hari ini:


1. Cuci bersih beras ketan, rendam selama 2-3 jam lalu tiriskan

2. Campurkan beras ketan dengan garam dan santan

3. Lapisi buluh bambu dengan daun pisang sebelum memasukkan beras ketan

4. Bakar sampai matang


Kepada Warga NOMAPATU, selamat menikmati Lemang. Selamat menyantap kuliner penuh sejarah ini.


68 tampilan0 komentar

Comments


bottom of page