top of page
Cari

Ketika Tempoyak Menjadi Lauk, Emang Bisa?

“Raja dari segala buah”, ungkapan tersebut begitu sering Warga dengar ketika membahas durian. Bagaimana tidak? Ukurannya yang jumbo, aromanya yang begitu menyengat (nampaknya parfum Chanel No. 5 pun kalah), serta dapat diolah dalam berbagai jenis makanan membuatnya pantas dijuluki sebagai Raja dari kerajaan buah.


Kalau Warga pernah menyantap durian dalam bentuk olahan es krim, ketan durian, kolak, hingga es teler, dan belum pernah mencicipinya dalam wujud olahan hasil fermentasi, nampaknya Warga harus mencoba salah satu olahan paling unik dari durian, yakni tempoyak.


Tempoyak sendiri merupakan olahan hasil fermentasi dari durian pilihan yang agak berair. Rasa tempoyak yang masam dengan tekstur lembek membuatnya begitu pas mendampingi nasi putih hangat.


Bagaimana bisa rasa durian berubah menjadi asam? Semua itu tentu bukan hasil sulap maupun sihir, rasa durian yang khas akan berubah melalui proses fermentasi selama 3-5 hari dengan bantuan Bakteri Asam Laktat.


Bagi Warga yang penasaran proses pembuatan tempoyak, NOMAPATU pun dengan senang hati berbagi tips mengolah durian menjadi tempoyak:

  1. Pilih durian masak pohon atau durian yang agak berair

  2. Haluskan daging buah durian

  3. Tambahkan garam secukupnya untuk membantu proses fermentasi

  4. Taruh adonan durian ke dalam toples kedap udara

  5. Diamkan selama 3-5 hari



Tempoyak, si asam dari durian


Setelah penantian panjang yang berharga, Warga bisa menikmatinya sebagai lauk, bumbu, maupun penyedap sambal. Di Samarinda, banyak pula Warga yang mengolah tempoyak sebagai bumbu pepes ikan. Sementara di daerah Sumatera seperti kota Jambi misalnya, tempoyak berperan sebagai bumbu gulai ikan patin.


Warga jangan membayangkannya, lebih baik langsung memesannya di aplikasi pilihan Warga karena tempoyak biasanya juga dijual di e-commerce dan grup Facebook “Busam Bubuhan Samarinda” yang menjadi grup andalan Warga 0541 dalam berbagi informasi.

Selain populer di Samarinda dan Jambi, tempoyak juga populer di daerah lain seperti Palembang dan Lampung. Banyaknya Warga Melayu di daerah-daerah ini menjadikan tempoyak bisa keliling nusantara dan berhasil memuaskan rasa lapar Warga.


Apakah aku, kamu, dan dia yang tinggal di daerah selain Samarinda, Jambi, Palembang, dan Lampung hanya bisa ngiler dan kepuhuhan membayangkan tempoyak? Tenang, tempoyak sudah banyak dijual di berbagai marketplace kesayangan Warga, sehingga tidak perlu takut kepuhunan ataupun repot-repot menunggu 3-5 hari ya.


Dua tiga restoran di Pontianak, mari menyantap nikmatnya Tempoyak.


63 tampilan0 komentar

コメント


bottom of page