top of page
Cari

Kenalan Dengan Band COLDIAC

Coldiac, Band asal Malang yang dinaungi oleh JUNI Records, siap ramaikan acara musik dan budaya Gandara, di Ballroom Mall City Centrum, Samarinda.


“Banyak yang mengira Coldiac pindah ke Ibu Kota. Nyatanya, kita masih tetap berkarya dari Malang, dan kami bangga jadi band asal Malang yang menetap. Bersyukur kita lahir di waktu yang tepat - kemajuan teknologi sekarang bisa membuat musik kami bisa ditemukan oleh pendengar dan berjodoh,” buka Coldiac saat diminta menceritakan napak tilas cerita mereka hingga saat ini.


Sebelum berdendang dan bersenang-senang bersama Coldiac di Gandara, team NOMAPATU berhasil menghimpun informasi lengkap Coldiac langsung dari: Sambadha Wahyadyatmika, Mahatamtama Arya Adinegara, Derry Rith Haudin, Bhima Bagaskara dan Judha Widihita.





Simak wawancara lengkap tim NOMAPATU bersama Coldiac:


NOMAPATU: “Halo Coldiac, terima kasih untuk kesediaannya berbagi cerita dengan Warga NOMAPATU! Kita permisi nanya-nanya soal Coldiac boleh yaa?”


Coldiac: “Dengan senang hati!”


NOMAPATU: “Bagaimana cerita awal terbentuknya Coldiac sampai saat ini?”


Coldiac: ”Coldiac resmi terbentuk di Malang tahun 2015. Ini nggak klise ya tapi Coldiac lahir dari pertemanan jauuuh sebelum ada band. Dari awal, kita berjuang sama-sama. Ada satu waktu di mana Sambadha (vokalis) harus pulang pergi Malang-Jakarta tiap satu bulan sekali untuk menjalin relasi kanan-kiri dari yang awalnya naik pesawat, lama-lama naik kereta ekonomi. Nggak berhenti di situ, tahun 2019 tuh kita sering banget satu band ke Jakarta buat kegiatan promosi naik bus umum lengkap dengan segala alat musiknya.”


NOMAPATU: “Boleh dong ceritain pengalaman pertama manggung Coldiac di luar kota Malang?”


Coldiac: “Tahun 2016 atau 2017 gitu, kita untuk pertama kalinya tampil di Surabaya. Penontonnya nggak terlalu banyak dan belum kenal Coldiac. Menariknya adalah, walaupun tidak riuh dan nyanyi bareng tapi mereka bener-bener nonton. “Beberapa bulan berikutnya kita banyak nerima undangan manggung ke Surabaya hahaha. Mungkin yang nonton promotor semua. Garis bawah pengalaman ini, berapapun jumlah orang yang nonton, kita tetap harus tetap main secara optimal dan all out, karena kita nggak tahu pasti siapa yang ada di audiens kita.”


NOMAPATU: “Berbicara tentang promotor, saat ini Coldiac dinaungi oleh label terkemuka Tanah Air. Apa kesamaan visi dan misi Coldiac dengan label sekarang?


Coldiac: “Banyak orang yang mulai mengusahakan borderless music industry. Dari pengalaman kami, semakin terbiasanya konsep ini diterapkan oleh ekosistem kayak penikmat musik, label rekaman, manajemen, dan lainnya, semakin besar juga peluang musisi lokal untuk percaya diri kalau menghasilkan karya yang oke bisa dilakukan dari mana aja. Jangan karena terbatas fasilitas, jarak, dan waktu kita jadi diam dan menunggu. Coldiac sampai saat ini masih aktif berkarya dari Malang dan kami bangga jadi band asal Malang yang menetap di Malang”


NOMAPATU: “Dukungan apa yang dibutuhkan oleh pelaku industri musik lokal saat ini?”


Coldiac: “Dari sekian banyak kebutuhan, mungkin yang bisa diutamakan adalah terbentuknya infrastruktur industri musik di daerahnya. Studio yang bagus, SDM di balik layar yang mumpuni, kemudahan untuk mencari permodalan, edukasi tentang seluk beluk industri musik, sampai kebutuhan krusial yang sering luput perhatian yaitu peranan media dan inisiatif dari kolektif”


NOMAPATU: “Apa peranan media dan kolektif untuk musisi lokal?”


Coldiac: “Peran kolektif yang tulus untuk melakukan inisiatif itu besar banget karena dari ide-ide itulah kita bisa saling bantu dan membentuk support system untuk maju dan besar bersama. Selain itu, inisiatif dari kolektif dan media setempat juga membantu musisi untuk memperbesar audiens.”


NOMAPATU: “Apa pengalaman Coldiac yang ingin dibagikan untuk pelaku industri musik lokal?"


“Coldiac juga masih belajar dan butuh lebih banyak pengalaman. Tapi dari semua pengalaman, satu pelajaran paling berharga buat kami adalah keterbatasan bukan jadi alasan untuk diam dan berhenti.”




298 tampilan0 komentar

Comments


bottom of page