top of page
Cari

Kebersihan Sebagian dari Iman atau Kebersihan Sekedar Lagi Ingat?

Sedari kecil kita sudah ditanamkan dengan frasa “Kebersihan Sebagian dari Iman” oleh orang tua, guru, bahkan papan pengumuman, pokoknya dari berbagai lingkungan sekitar, deh. Namun, apa benar prinsip peduli kebersihan ini sudah benar-benar kita resapi?


Karena eng-ing-eng, nyatanya banyak bukti yang menunjukkan kalau masih banyak orang yang masih gak peduli dengan sampah yang mereka hasilkan.


Festival musik yang dikotori sampah jas hujan plastik

“Minimal bawa pulang sampah raincoatnya,” tulis salah satu cuitan di Twitter.

Gak cuma jas hujan plastik sekali pakai, tapi juga banyak botol bekas mengotori area lokasi festival musik yang berlangsung awal Desember 2022 lalu ini. Jadi, sebenarnya mana yang kita resapi? Kebersihan sebagian dari Iman atau bebersihlah selagi ingat?


Walaupun ternyata banyak Warga yang menanggapi cuitan tersebut mengatakan ada pihak kebersihan yang bertanggung jawab memutik sampah selama acara berlangsung, ini juga membuktikan ketidakpedulian masyarakat dengan sampah yang mereka hasilkan. Seru-seruan nyanyi bareng penyanyi kesukaan dululah, urusan sampah belakangan aja, deh. Namun kemudian, di akhir acara terlalu lelah buat mikirin sampah, ujung-ujungnya lupa! Yuk, jangan sampai diulangi lagi di festival selanjutnya, Warga!


Cukup bahas festival musik yang baru saja berlangsung, pada pertengahan tahun ini juga ada festival musik jazz yang menghasilkan sampah sebanyak 6,3 ton sepanjang 3 hari berturut-turut. Timbunan sampah ini dihasilkan dari botol plastik, kaleng minuman, kardus, sampah organik, dan masih banyak lagi. Eits, tapi bedanya sampah-sampah yang dihasilkan ini akan diolah lagi menjadi barang baru, keren ya!










Sampah plastik yang diolah menjadi barang bermanfaat, keren!

Masih ngobrolin soal sampah, beberapa waktu lalu juga sempat viral Warga Jepang yang menonton Piala Dunia di Qatar membersihkan tribun secara sukarela. Yakin deh, pasti mereka gak pernah dengar kata-kata “Kebersihan Sebagian dari Iman” sebelumnya.


Suporter Timnas Jepang yang rajin membersihkan area tribun

Beda frasa dengan yang biasa kita dengar di Indonesia, Warga Jepang justru diajarkan oleh kepercayaan mereka yaitu Shinto di mana kebersihan adalah cara mereka mendekatkan diri kepada Tuhan. Oleh sebab itu, mereka selalu menjaga kebersihan maupun kesucian fisik, dan batin.


Bukan tuan rumah, tapi mereka berpegang teguh dengan prinsip yang mereka percayai. Pantas penyebab banjir di Jepang kebanyakan disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, bukan sampah yang menyumbat aliran sungai, ya.


Ohiya, dulu saat Jepang masih menjajah Indonesia mereka juga menanamkan kebiasaan gotong royong (Baca: kerja bakti atau dalam Bahasa Jepang: kinrohosi), loh. Kira-kira di area komplek Warga masih menerapkan gotong royong tiap kurun waktu tertentu gak?


Sudah saatnya kita ubah kebiasaan buang sampah sembarangan ya Warga, coba diubah pelan-pelan kebiasan buruknya dan mulai tanamkan rasa tanggung jawab dengan sampah yang kita hasilkan. Kalau gak nemu bak sampah coba dikantongin dulu supaya lingkungan kita bisa tetap terjaga estetikanya dan gak ngerugiin orang lain. Jangan sampai bebersih cuma selagi ingat, ya!



34 tampilan0 komentar

Comments


bottom of page