top of page
Cari

Ini Cara Biar Bisa Bicara Pakai Bahasa Gaul



“Sekut”, “Kuy”, “Bokap”, “PHP”, “Sabi” apakah kata-kata tersebut familiar? Kalau familiar, apakah Warga tahu kenapa begitu mudah buat untuk mulut kita mengadopsi bahasa-bahasa baru ini? dari mana sebenarnya asalnya?


Definisi bahasa menurut KBBI adalah sistem lambang bunyi yang dapat juga diartikan sebagai salah satu cara untuk berkomunikasi. Dengan kemampuan berbahasa, manusia jadi dapat berkomunikasi untuk menyampaikan pesan dan menerima pesan ke manusia lain.


Apapun jenisnya, bagaimanapun dialeknya, entah dari mana asal-muasalnya, bahasa dan kemampuan manusia untuk berbahasa itu penting untuk kelangsungan hidup.


Sudah cukup meyakinkan belum opening statement tulisan ini?


Dalam praktiknya, bahasa dan kata yang kita gunakan untuk menyampaikan pesan selalu mengalami perkembangan. Coba dengarkan percakapan--tapi jangan nguping ya, kurang sopan--di sekitar Warga saat ini. Ada mendapat kata yang baru pertama kali Warga dengar tidak?


Kenapa banyak sekali penggunaan Bahasa Indonesia yang tidak baku? Di mana hulu dan hilir dari penggunaan bahasa yang semakin hari semakin unik ini?


Kalau dipikir-pikir, bahasa itu perlu mengikuti perkembangan manusia. KBBI sebagai rujukan dalam berbahasa Indonesia perlu terus diperbarui untuk memastikan relevansi dan memenuhi kebutuhan komunikasi kita sehari-hari.


Yang nulis ini pun jadi berpikir, berarti perkembangan bahasa = dari manusia, oleh manusia, untuk manusia. Sebelum satu kata diartikan dalam kamus, budaya dan tren terbaru membuat berbagai istilah dan kata baru berkeliaran dalam pembicaraan sehari-hari.


Ketika teman bicara sering menggunakan bahasa baru, nggak jarang penerima pesan jadi bertanya “maksudnya? ngomong pakai bahasa apa sih?”


Setelah membaca dari berbagai sumber, penulis menemukan jenis bahasa yang dapat menjawab dari mana sebenarnya asal kata-kata baru ini.


Bahasa gaul merupakan salah satu jenis Bahasa Indonesia yang bisa disebut sebagai bahasa prokem.


Bahasa prokem adalah bahasa gaul Indonesia yang lahir karena popularitasnya. Ada yang pernah mendengar kata “bokap” ? Nah, kata ini merupakan salah satu diksi dalam bahasa prokem.


Selidik punya selidik, prokem juga biasa disebut sebagai bahasa preman karena banyak kata yang sengaja digunakan oleh satu pihak agar pihak lain yang tidak ikut serta dalam percakapan tidak mengerti maknanya.


Bahasa prokem dipopulerkan oleh Teguh Esha saat ia mewawancarai mantan narapidana bernama Hasan Dollar di tahun 70an. Saat proses wawancara, Hasan menggunakan berbagai kata dan bahasa yang tidak familiar sebagai sandi untuk berkomunikasi dengan temannya.


Hingga saat ini, bahasa prokem bisa kita gunakan saat sedang berbicara santai dengan teman sebaya. Kalau hubungan pertemanannya sudah dekat, mungkin saja Warga dan teman akan menciptakan bahasa prokem sendiri yang hanya Warga dan teman aja yang mengerti artinya.


Bahasa prokem dalam penggunaan sehari-hari juga banyak yang menggunakan majas metafora (gaya bahasa kiasan untuk mengumpamakan atau membandingkan) dan rumus-rumus pembentuk kata lainnya.

Rumus-rumus dalam membuat bahasa prokem

  • Menggunakan majas metafora

“laler ijo”= “tentara”

“ubi” = “granat”

  • Pembalikan kata

“gila” = “alig”

“pecah” = “hacep”

  • Penambahan kata “s” dalam potongan kata

“cabut’ = “cabs”

“ngapain” = “ngaps”.

  • Serapan kosa kata bahasa asing

“aye” diserap dari kata “ane” dari bahasa Arab

dan “cincong” dari bahasa Tionghoa.

  • Penyingkatan kata

“BETE”= “bad trip”

“PHP” = “Pemberi Harapan Palsu”


Menarik ya? tulisan selanjutnya bahas tentang bahasa G gimana?

Sagampagai jugumpuga digi tuguligisagan begerigikugutnyaga.

Cabut dulu!


Sumber:



122 tampilan0 komentar

Comments


bottom of page