top of page
Cari

Dada dan Paha si Ayam, Mana Yang Paling disukai?

Indonesia punya beragam jenis santapan yang enak, ngangenin, dan khas. Belum lagi kalau membahas cara masak dan rasa rempahnya...


Belanda dan negara lainnya jauh-jauh menjajah Indonesia itu salah satunya untuk mencari rempah-rempah benar kan ya?


Balik ke makanan, menurut penelitian dari pakar kuliner senior Prof Dr Ir Murdijati Gardjito yang dilansir dari food.detik.com, terdapat 208 jenis makanan utama, 292 makanan pendamping berbahan santan, 750 makanan ringan basah, hingga 263 makanan ringan kering.


Tapi mau di daerah kode 0652 (Sabang) sampai 0971 (Merauke), santapan dari hasil olahan ayam hampir selalu bisa ditemukan. Situs Taste Atlas bahkan menyatakan bahwa ayam goreng dari Indonesia adalah hidangan ayam ter-enak di dunia. Meskipun diracik dengan bumbu yang berbeda-beda, ayam bisa disulap jadi makanan yang tampak sederhana tapi kaya rasa.


Beberapa jenis menu masaka ayam yang mungkin salah satunya jadi kesukaan Warga adalah: ayam gepuk, ayam goreng kremes, ayam goreng kunyit, ayam geprek, ayam goreng dekat kampus atau kantor, ayam bumbu rica-rica, ayam bakar taliwang, dan jejeran ayam lainnya yang tidak bisa disebutkan di sini .


Tapi sama halnya seperti manusia yang tidak bisa menyenangkan semua pihak, ayam juga tidak bisa memuaskan semua lidah.

Setelah riset ala-ala, saya menemukan kalau ketidaktersediaan bagian ayam tertentu bisa ikut menghapuskan selera makan dan rasa lapar.


Sama seperti judul lagu Fourtwnty, Zona Nyaman antara biasa memilih paha atau dada sudah mengakar di kebiasaan banyak Warga. Hasil dari obrolan saya bersama Warga 75124 yang biasa memilih paha ayam mengatakan bahwa paha memiliki rasa yang juicy dan gurih. Dagingnya pun bertekstur lebih lembut dibandingkan bagian lainnya.


“Gak masalah kalau bagian paha lebih bertulang dan dagingnya gak sebanyak dada, yang penting lebih berasa pas dikunyah. Apalagi bagian paha ayam ada kulitnya, ini yang paling ditunggu-tunggu dan selalu sengaja disisihkan supaya bisa dinikmati akhiran” bela penggemar ayam kremes dengan sambal terasi ini.


Beda cerita dengan salah satu Warga 75128 yang terbiasa makan dada ayam geprek bersama 10 cabai. Warga satu ini menjelaskan bahwa meskipun bagian dada memiliki tekstur yang lebih kering, tapi porsi daging bagian dada lebih banyak dibandingkan bagian lain sehingga saat disantap bersama nasi panas dan cocol sambal, rasanya akan lebih nikmat. “Kalau makan ayam geprek, sudah pasti lebih puas makan bagian dada karena dagingnya lebih banyak dan kenyangnya lebih lama,”


Menurut Healthline.com, dada ayam seberat 172 gram mengandung 284 kalori di mana kalori tersebut berasal dari 80% protein dan 20% lemak. Sementara itu, bagian paha atas ayam seberat 52 gram mengandung 109 kalori dengan presentase protein sebanyak 53% dan 47% lemak.


Setelah mengetahui informasi ini, tim paha ayam pun tertawa dan berkata, “ Iya mungkin akan nyoba makan dada ayam kalau lagi diet, tapi sekarang belum ada rencana diet karena godaan ayam kremes bagian paha kalau dicocol sambal terasi masih susah ditolak.”


Sedangkan tim dada ayam menyaut dengan bangga, “Pilihanku dari dulu emang gak pernah salah. Mau dimasak kayak gimanapun, dada ayam adalah jawabannya,"


Selain alasan tekstur dan rasa, tim paha ayam juga kebanyakann memiliki cara tertentu untuk menikmati hidangan ini: mulai dari menyisihkan kulit yang fenomenal di pinggir piring, lalu santp daging, hati, tulang rawan, baru kembali ke kulit ayam.


Karena dada ayam biasa memiliki ukuran yang relatif lebih lebar dan besar, tim dada ayam mengaku tidak ada cara tertentu untuk makan, "makan ya tinggal makan, jangan ribet-ribet" sahut salah satu Warga yang mendengar dengan tawa.

Jadi, Warga tim paha ayam atau dada ayam?



 

NOMAPATU adalah media digital yang menceritakan Budaya, Boga, dan Nara untuk Warga. NOMAPATU berdiri dari keinginan untuk merayakan semangat, niat, dan suka cita akal budi manusia dengan menjadikan Warga sebagai sumber berbagi dan mendapatkan cerita. Ingin berbagi cerita dengan Warga NOMAPATU? Kunjungi laman ini!



1 Comment


Destya Anggreini
Destya Anggreini
Sep 26, 2021

tim dada karena lemaknya dikit walopun ngunyahnya agak lama

Like
bottom of page