top of page
Cari

Beli Merek atau Kualitasnya, Mana yang Harus Warga Pilih?

“Logo-nya gak keliatan!”, “Kamu beli mahal-mahal tapi polosan gini?” atau “Wah, tas kamu mahal ya?, logonya keliatan dari 2 meter”.


Sebelum menjawab perdebatan di atas, ada baiknya Keluwarga jelaskan tren Loud Luxury dan Quiet Luxury.


Apabila Warga tipe pembeli barang dengan logo merek yang terpampang nyata, nampaknya Warga berada satu tim dengan Agnez Mo, Raffi Ahmad, hingga Kylie Jenner dalam sekte Loud Luxury.


Penyanyi dan artis Indonesia, Agnez Mo dalam balutan Balenciaga di badannya.

(sumber foto: Indonesia Tatler)


Namun apabila Warga lebih suka membeli barang yang polos dan rendah hati, Warga termasuk ke dalam sekte Quiet Luxury seperti CEO Meta, Mark Zuckerberg.


CEO Meta, Mark Zuckerberg dengan kaos oblong Brunello Cucinelli seharga USD 300.

(sumber foto: Yahoo)



Dualisme di dunia ini tentu tidak dapat dihindari: McD-KFC, AS-Tiongkok, bubur diaduk-tanpa diaduk, dan masih banyak lagi. Pengikut tren Loud Luxury tentu tidak mau uangnya habis untuk membeli barang tanpa orang lain tau merek apa yang sedang mereka kenakan. Mereka pun begitu bangga dan senang memakainya. Berbeda cerita dengan pengikut tren Quiet Luxury yang lebih memperhatikan kualitas dan keindahan dari barang yang mereka beli dan kenakan.


Apa yang harus Warga pilih? Keluwarga akan merekomendasikan Warga membeli sesuai kebutuhan!

Mengapa harga tas desainer papan atas dunia mahal? Padahal, banyak sekali produk kulit lokal di Indonesia yang bahannya tidak kalah secara kualitas, tetapi dijual dengan harga yang jauh lebih murah. Hal ini tidak lain dan tidak bukan terjadi karena Warga turut membayar nama dari merek tersebut. Sebuah gengsi dan kebanggaan tersendiri bukan bisa membawa sebuah tas desainer kenamaan dan berhasil meningkatkan status sosial? Itulah harga lebih yang harus Warga bayar, karena sesungguhnya biaya pembuatannya hanya 1/12 dari harga barang tersebut di toko.


Warga tidak perlu terkejut, usaha membangun nama dari sebuah merek tentu bukan perkara mudah. Louis Vuitton telah lahir sejak 1856, Prada telah hadir sejak 1913, dan Hermes telah ada di bumi sejak 1837. Tidak heran mereka telah memiliki nama yang menjadi identitas dan status.


Jadi, apa pilihan Warga setelah mendengar rekomendasi Keluwarga NOMAPATU?




56 tampilan0 komentar

Comentários


bottom of page