top of page
Cari

Bagaimana Bila Soto dan Sop Diperdebatkan Padahal Mereka Tidak Serupa?

Jika berbicara soal makanan berkuah, tentu pikiran kita akan membayangkan semangkuk soto, bakso, rawon, atau mungkin sop! Makanan berkuah memang biasa menjadi pilihan ketika cuaca sedang dingin-dinginnya, hal ini tentu saja untuk menghangatkan tubuh. Bayangkan Warga sedang berada di Jawa Timur, tepatnya di Pegunungan Alam Tretes yang sejuk. Sembari menikmati udara segar, Warga pun ditemani dengan Soto Lamongan. Ah, perut ini tiba-tiba berbunyi.



Pemandangan alam Tretes, Jawa Timur (sumber: Penginapan.net)


Bakso, rawon, dan seblak mungkin terlihat begitu berbeda. Perbedaan bisa dilihat dari warna kuah dan komposisi makanan yang begitu kentara. Warga tak perlu memperdebatkannya sama sekali. Namun, apabila kita berbicara soto dan sop, begitu banyak silat lidah dan adu argumen. Apakah keduanya serupa tapi tak sama?


Meskipun keduanya terlihat mirip, sebenarnya soto dan sop adalah dua jenis makanan yang sangat berbeda. Bapak Presiden Jokowi, Bapak Menteri Nadiem Makarim, dan Warga lain yang makanan favoritnya adalah soto mungkin sepakat dan sungguh akan menghindari perdebatan ini.


Apa jangan-jangan soto yang Warga makan selama ini adalah sop?


Tenang, kalau Warga menikmati hidangan berkuah ini bersama suun, kol, dan tomat yang tidak dimasak sekaligus, maka yang Warga santap adalah semangkuk soto. Sebaliknya, seluruh bahan dan sayur yang ada di hidangan sop justru langsung dimasak bersamaan dengan kuahnya.


Jika dilihat dari cita rasa pun keduanya tampak berbeda. Soto memiliki cita rasa yang tajam, kuahnya begitu kaya akan rempah-rempah. Sedangkan sop memiliki kuah yang cenderung bening dengan cita rasa halus dan tidak terlalu dominan.


Untuk menuntaskan perdebatan ini, perbedaan terakhir dari soto dan sop adalah segala jenis sayuran bisa jadi bahan sop. Mulai dari kentang, wortel, kangkung, seledri, brokoli, dan lainnya. Hal serupa tidak bisa Warga temukan pada semangkuk soto yang Warga pesan di depot kesayangan. Karena jika iya, mungkin Bapak Presiden Jokowi dan segenap masyarakat pecinta soto akan mengerutkan dahi melihat tumpukan brokoli dan kangkung pada semangkuk soto pesanannya.


Hal menarik lainnya, justru di Samarinda soto dan sop memiliki perbedaan yang cukup kentara --khususnya untuk menu Soto Banjar. Di sini, soto kerap kali disajikan bersama ketupat, sementara sop disajikan dengan nasi putih hangat. Yang semakin mengejutkan, kedua hidangan ini: mau itu soto ataupun sop memiliki komposisi dan kuah yang sama persis!


Karena perbedaannya sudah jelas dan keduanya pun sama-sama lezat, tidak ada alasan bagi Warga untuk melanjutkan perdebatan ini kan?


412 tampilan0 komentar

Comments


bottom of page