top of page
Cari

Alasan Kenapa Warga Wajib Mencicipi Mandai

Keunikan budaya Kalimantan Selatan memang tak perlu diragukan lagi, mulai dari bahasa, makanan, hingga adat istiadatnya selalu mengundang rasa penasaran Warga untuk mencari tahu. Mandai atau ada pula yang menyebutnya Manday adalah salah satu makanan asal Kalimantan Selatan yang wajib Warga cicipi apabila sedang berada di tanah Borneo.


Berasal dari fermentasi kulit buah cempedak, kelahiran mandai sendiri sebenarnya berasal dari kesukaan masyarakat Banjar menyantap iwak (re: ikan) asin dengan sepiring nasi hangat. Sayangnya, acap kali musim kemarau menyebabkan ikan sulit ditangkap akibat air laut yang surut.


Sama seperti kehidupan, Mandai pun lahir atas dasar kebutuhan

Proses fermentasi mandai oleh acil (sebutan bibi atau tante dalam bahasa Banjar).


Bagi Warga yang mungkin mengerutkan dahi dan bertanya, samakah ikan asin dengan kulit cempedak, nampaknya harus paham dahulu proses pembuatan Mandai itu sendiri. NOMAPATU pun dengan senang hati membagikan resep ini untuk Warga-nya:

  1. Kupas kulit cempedak di bagian luarnya yang berwarna kuning dan ambil bagian dalamnya yang berwarna putih.

  2. Warga bisa memotong-motong kulit ini sesuai selera.

  3. Tahap berikutnya cukup krusial, bersihkan dan rendam kulit cempedak dengan air garam. Semakin lama warga merendamnya, kulit cempedak akan semakin lunak dan berserat bak iwak asin.

  4. Angkat mandai (namanya telah berubah karena telah difermentasi) lalu cuci dan peras.

  5. Olah sesuai selera: digoreng dan ditumis hingga kecoklatan.

Selain begitu nikmat menyerupai iwak asin, mandai pun punya sederet manfaat mulai dari kaya akan vitamin A dan C, serta dapat menjaga kesehatan lambung dan usus. Belakangan juga banyak penjual yang mengolah mandai sebagai keripik yang bisa menemani waktu santai Warga.

Apabila Warga cukup sibuk untuk mengolah mandai pun tak perlu khawatir, karena olahan ini bisa warga beli lewat marketplace andalan Warga dengan harga yang variatif tergantung jumlahnya.

Siap menyantap mandai dengan sepiring nasi hangat dan sambal?


20 tampilan0 komentar

Comments


bottom of page